BAGIKAN
Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib didampingi Direktur RSUCM drg Nurhaida saat memberikan sambutan dalam pertemuan dengan para dokter spesialis, Selasa (10/10/2017).

LayarBerita, Lhokseumawe – Dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan pada Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Buket Rata yang notabenenya milik Pemkab Aceh Utara.  Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib mengajak para dokter spesialis untuk memberikan peran yang lebih optimal pada rumah sakit plat merah tersebut.

“Saya tidak melarang, dan dapat memaklumi jika para dokter spesialis juga buka praktik pribadi dan bekerja di Rumah Sakit swasta. Tapi tolong utamakan tugas-tugas dan kewajiban kita selaku abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Bupati Muhammad Thaib, dalam pertemuan dengan para dokter spesialis dan jajaran manajemen RSUCM di Pendopo Bupati di Lhokseumawe, Selasa (10/10/2017).

Sambung Bupati, dokter spesialis yang berstatus pegawai ASN terikat dengan negara dan masyarakat.  Tentu tidak bisa disamakan dengan pegawai pada rumah sakit  swasta.

“Saya mengajak semua tenaga medis, untuk sama-sama mengambil peran yang optimal. Agar rumah sakit kita, yaitu RSUCM, dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal,” pinta Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.

Pada kesempatan tersebut, Cek Mad juga menegaskan bahwa Pemkab Aceh Utara tidak akan melepas keberadaan RSUCM kepada pihak lain. Meskipun letaknya berada dalam wilayah Kota Lhokseumawe. Pemkab Aceh Utara memang telah merencanakan membangun rumah sakit lain di kawasan Lhoksukon mulai tahun 2018.  Akan tetapi RSUCM juga tetap akan dikelola oleh Pemkab Aceh Utara.

“RSUCM sangat layak dikembangkan menjadi rumah sakit regional yang akan menjadi tempat rujukan. Apalagi saat ini fasilitas, prasarana dan peralatan medis yang dimiliki RSUCM sudah cukup memadai. Begitu juga jumlah dokter spesialis terbilang cukup banyak dibandingkan rumah sakit lainnya yang ada di wilayah kabupaten/kota di Aceh,” ucap Cek Mad.

Oleh karena itu, lanjut bupati, sekali lagi dirinya mengajak bapak – Ibu para dokter spesialis untuk mendukung kepemimpinan dirinya selama 5 tahun ke depan.  Bupati berkeinginan RSUCM dapat dijadikan rumah sakit regional dan menjadi RS rujukan daerah-daerah lain di sekitar Aceh Utara, harap Cek Mad.

Lebih jauh Cek Mad meminta maaf karena selama kepemimpinannya belum mampu meningkatkan tunjangan prestasi kerja (TPK), kepada para dokter spesialis. Meski demikian, Cek Mad meminta manajemen RSUCM untuk melakukan terobosan, inovasi dan langkah-langkah yang perlu untuk bisa menambah tunjangan TPK bagi para dokter.

Pertemuan atau coffemorning tersebut dihadiri oleh para dokter spesialis serta  Direktur RSUCM drg Nurhaida, Kadis Kesehatan, dr Makhrozal, tenaga ahli Bupati Drs Isa Anshari MM, Dewan Pengawas RSUCM Drs Iskandar Nasri MM, para pejabat jajaran RSUCM dan seluruh dokter spesialis.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUCM drg Nurhaida melaporkan jumlah dokter spesialis berstatus pegawai ASN di RSUCM saat ini mencapai 48 orang.  Termasuk 10 orang diperbantukan dari Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh.

“Saat ini kita terus berbenah untuk mencapai akreditasi terbaik rumah sakit. Sebab jika tak memenuhi akreditasi, maka tak bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” ungkap Nurhaida.

“Saat ini, sekitar 80 persen pasien RSUCM berstatus pemegang kartu BPJS Kesehatan. Jumlah pasien rawat jalan setiap hari berkisar 800 hingga 1.100 orang. Ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan dari masyarakat, dibanding sebelumnya hanya sekitar 400 hingga 500 pasien rawat jalan per hari,” terang Nurhaida. [red]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here