Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto

LayarBerita, Jakarta – Seorang Ibu Rumah Tangga, Asma Dewi ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jumat (8/9/2017).  Dirinya dituding terkait dengan aksi ujaran kebencian, SARA dan penghinaan di Facebook. Wanita ini ditangkap di komplek AKRI, Jakarta Selatan.

“Diduga wanita tersebut melakukan tindak pidana ujaran kebencian, SARA dan penghinaan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017), seperti dilansir tribratanews.com.

Dalam proses pemeriksaan, penyidik menemukan data Asma Dewi juga terlibat grup Saracen.  Dirinya diketahui pernah mentransfer uang sebesar Rp 75 juta kepada anggota inti Saracen berinisial NS.

Tetapi sejauh ini belum diketahui apakah wanita tersebut merupakan anggota aktif Saracen atau sebagai pihak pemesan. Dalam mutasi rekening, tertulis uang itu untuk membayar Saracen.

“Perannya itu masih didalami,” ujar Setyo.

Penangkapan Asma Dewi merupakan kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebelumnya, polisi memang meminta PPATK menelusuri 14 rekening yang diduga terkait dengan kelompok Saracen. Pada kasus ini, polisi telah menetapkan sejumlah tersangka, diantaranya pengurus Saracen, yakni JAS, MFT, SRN, dan AMH. [red]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here