BAGIKAN
Salah seorang terpidana harus membungkuk karena menahan rasa sakit saat uqubat cambuk. (layarberita.com)

LayarBerita, Lhokseumawe – Satuan Polisi Pamong Praja dan WIlayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Kota Lhokseumawe, melaksanakan ‘uqubat hudud cambuk terhadap tiga terpidana pelanggar syariat Islam.

Prosesi ‘uqubat hudud cambuk oleh empat algojo dari Provinsi Aceh yang di mulai pukul 14.30 WIB Halaman Masjid Agung Islamic Centre, Kota Lhokseumawe, Jumat (8/9/2017), disaksikan oleh seribuan masyarakat.

Salah seorang wanita yang menjadi terpidana cambuk karena melanggar qanun jinayah.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Mukhlis, SH melalui Kepala Seksi Pidana Umum, Isnawati, SH mengatakan, ketiga terpidana, yakni Muhajir alias Bule bin Abu Bakar (35), Fakhrorrazi bin M. Daud (20) dan Mazidah alias Ema binti Johanes A. Siregar (31), terbukti telah melakukan jarimah zina dan melanggar Pasal 33 ayat (1) Qanun Nomor: 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat dengan ‘Uqubat Hudud Cambuk di muka umum, masing-masing sebanyak 100 kali sebagai tambahan hukuman.

Dijelaskannya, untuk terhukum Fahkrorrazi ditambah Uqubat Ta’zir sebanyak 7 kali cambukan, dan terhukum Mazidah sebanyak 3 kali cambukan.

Kabid Penegakan Syariat Islam dan Kebijakan Daerah, M Nasir mengatakan, terkait pengamanan prosesi ‘uqubat hudud cambuk, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe.

“Sediktinya 50 personel gabungan dari Satpol PP dan WH yang kita kerahkan untuk pengamanan,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kabag Ops Kompol Ahzan mengatakan, pihaknya mengerahkan satu pleton (25 personel) untuk mem-back up (membantu) pengamanan.

Meski warga yang menyaksikan prosesi hukuman cambuk sangat ramai memadati lokasi halaman mesjid, namun proses eksekusi uqubat cambuk berjalan dengan lancar dan aman.  (red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here