BAGIKAN

LayarBerita, Aceh Utara – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kota Lhokseumawe melakukan pemusnahan sebanyak 2.662 karung bawang ilegal yang merupakan hasil tangkapan aparat Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe beberapa waktu yang lalu.

Pemusnahan dilakukan setelah keluar status penetapan menjadi barang milik negara dan telah mendapat persetujuan pemusnahan dari Kantor Pelayanan Kekayaaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhokseumawe, ungkap Kepala Bea Cukai Lhokseumawe Asep Munandar, Rabu (30/8/2017).

Ditambahkannya, rencana awal bawang merah tersebut akan dihibahkan kepada Pemda Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe, namun karena sebagian telah membusuk, maka hal itu urung dilaksanakan, karena dikhawatirkan akan berdampak bila dikomsumsi.

Proses pemusnahan bawang illegal itu dilakukan dengan cara dikubur dikawasan pantai Pelabuhan Krung Geukueh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, yang disaksikan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara, Kepala Kantor Karantina Banda Aceh, Kepala Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Lhokseumawe,Pimpinan PT.Pelindo I Lhokseumawe, Danlanal Lhokseumawe, Kapolres Lhokseumawe, serta Kepala Pengadilan Negeri Lhokseumawe, sebutnya.

Sementara itu Komandan Lanal Lhokseumawe, Letkol Laut M Sjamsul Rizal menjelaskan, pada Selasa (8/8/2017) lalu, Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe menemukan sebuah kapal motor, yakni KM Bahtera 99 tanpa ABK dengan muatan bawang kandas di Kuala Jambo Aye, Seunuddon, Aceh Utara.

Saat dilakukan pemeriksaan, di kapal tersebut tidak ditemukan ABK dan dokumen apapun, namun petugas berhasil mengamankan bawang ilegal sebanyak 2.662 karung  ungkapnya. (kur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here