BAGIKAN

LayarBerita, Lhokseumawe – Perilaku NU (49) seorang ibu rumah tangga tidak patut ditiru. Pasalnya wanita paruh baya ini kerap menipu warga lain dengan meminjam uang dengan dalih untuk usaha catering. Namun uang yang dipinjam dari sejumlah warga tidak kunjung dikembalikan oleh wanita tersebut. Sehingga korban membuat laporan pada polisi dan NU ditangkap personil Polres Lhokseumawe.

Menurut Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha mengatakan ditangkapnya NU atas laporan dari sejumlah korban yang ditipunya. Wanita asal Dusun Tumpok Dalam, Gampong Meunasah Alue, Muara Dua, Lhokseumawe, ditangkap Sma enin (7/8/2017).

“NU kita tangkap dengan dugaan telah melakukan tindak pidana penipuan secara berulang-ulang. Yakni dilakukan terhadap korban yang berbeda-beda,”ujar AKP Budi.

Lanjut Kasat Reskrim, tersangka melakukan aksi penipuan dengan dalih modal usaha catering. Lalu dirinya mendatangi korban dengan modus meminjam uang Rp5 juta dan berjanji mengembalikan uang korban selama satu minggu. dengan alasan modal catering.

Tetapi hingga waktu yang dijanjikan, tersangka tidak juga mengembalikan uang korban. Selain itu, sebelumnya tersangka juga meminjam uang korban senilai Rp 2 juta 250 ribu, serta 2 buah gelang lilit seberat 20 mayam, 1 cincin belah rotan seberat 3 mayam dan 1 set bunga Kendari, terang Kasat Reskrim.

“Intinya harta milik korban yang dipinjam hingga waktu yang dijanjikan, hingga sekarang belum dikembalikan,” ucap Budi Nasuha.

Tidak hanya sampai disitu, ternyata NU juga meminjam uang warga lain dengan dalih yang sama yakni usaha catering. Tidak tanggung, kali ini pelaku meminta pinjam uang senilai Rp 25 juta.dengan alasan untuk modal catering. Hingga kini juga belum dikembalikan.

Ternyata pelaku tidak hanya berhenti pada dua korban tadi, pelaku juga meminjam uang kepada warga lainnya sebesar Rp 22 juta 500 ribu dan emas seberat 18 gram. Seperti korban lainnya, hingga saat ini pelaku juga belum membayar pinjamannya dengan dalih yang sama.

“Kita mendapat laporan dari warga, lalu kita langsung mengamankan tersangka. Kita menyita 4 lembar kuitansi dari setiap laporan, 1 lembar STNK Asli, 1 buah kunci kontak dari mobil Toyota rush warna putih dengan nomor polisi BL 754 NI dan 1 buah SIM A atas nama M. Nur,” terang AKP Budi.

Total kerugian dari keempat laporan tersebut, mencapai RP 110 juta. “Pelaku kita jerat pasal 378 jo 65 KUHP,” tegas Budi. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here