BERBAGI
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu, SH, memperlihatkan barang bukti bom molotov yang digunakan pelaku untuk mencelakai korbannya. (Foto: LayarBerita.com/BIM)

LayarBerita, Lhokseumawe – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lhokseumawe berhasil menangkap MR alias Abang alias Petruk (28), pelaku pelempar bom molotov terhadap Maryani (18), seorang mahasiswi warga Desa Meunasah Blang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

MR ditangkap di kawasan Pasar Kota Lhokseumawe pada Selasa (27/6/2017) sekira pukul 19.30 WIB, dalam sebuah operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, SH.

Pelaku berhasil dibekuk dalam waktu kurang dari 24 jam.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Rabu (28/6/2017) mengatakan, motif pelemparan bom molotov terhadap Maryani oleh pelaku dipicu kasus asmara.

Kepada penyidik, MR (pelaku) mengaku sudah tiga tahun lebih mengenal korban dan pernah menjalin asmara. Namun pelaku merasa dikhianati dan nekat melempar bom molotov ke tubuh korban yang menyebabkan luka bakar stadium 4 hampir disekujur tubuh, kata AKP Budi Nasuha.

Lebih lanjut dikatakan AKB Budi Nasuha, upaya penganiayaan dengan cara melempar bom molotov ke tubuh korban sudah direncanakan oleh pelaku.

Dari pengakuannya, pelaku sebelumnya pernah mencoba melemparkan bom molotov kepada korban, yakni sepuluh hari sebelum pelemparan kedua. Tapi upaya tersebut gagal, karena bom molotov yang dilempar mengenai pagar rumah korban.

Merasa upayanya gagal, pelaku merencanakan kembali upaya mencelakakan korban untuk kedua kalinya, dengan merakit bom molotov berisi minyak yang dicampur dengan gula, yang menurut pengakuannya dipelajari dari inteenet.

Setelah mematangkan rencananya, pada malam kejadian, yakni Senin (26/7/2016) sekitar pukul 21.30 WIB, sebelum melakukan aksinya, pelaku melihat adiknya sedang bersama korban. Dan saat itu pelaku sempat menghubungi telepon selular adiknya, dan meminta agar menjauh dari korban.

Sesaat setelah adiknya menjauh, pelaku langsung menghampiri korban, dan dari jarak yang tidak terlalu jauh langsug melemparkan bom molotov rakitannya ke tubuh korban. Bom molotov sempat mengenai kepala korban sebelum membakar sekujur tubuh korban.

Pasca kejadian, pelaku yang masih warga desa setempat langsung melarikan diri. Sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Kesrem, dan hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Atas perbuatannya, yakni upaya penganiayaan berencana yang menyebabkan luka permanen, pelaku diancam dengan hukuman lima tahun penjara. Demikian AKP Budi Nasuha Waruwu. (BIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here