Dokumentasi puluhan ribu orang memadati kawasan Bundaran Air Mancur Bank Indonesia, sebelum menuju ke depan Istana Merdeka di Jakarta, Jumat (4/11/2016). (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

LayarBertita, Jakarta – Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, meminta publik menghargai kemerdekaan pers dengan tidak menghalangi wartawan yang meliput unjuk rasa.

Sebelum demonstrasi 4 November silam, Prasetyo mengatakan, sudah ada seruan-seruan bernada ancaman pada media-media tertentu.

Ketika demonstrasi terjadi, ada yang melempari mobil televisi dengan batu, sementara sebagian wartawan pun dilecehkan.

Dia mengatakan, publik harus paham bahwa wartawan bekerja untuk melaporkan fakta untuk masyarakat.

Nuansa berita yang berbeda-beda dari tiap media tidak bisa dihindari karena itu merupakan konsekuensi dari pemilik media yang beragam.  Bila publik menganggap media melakukan kesalahan, adukan pada Dewan Pers.

“Bukan dengan menyerang wartawan,” katanya dalam diskusi di Dewan Pers, Jakarta, Selasa.  Dia juga mendorong organisasi-organisasi jurnalis untuk menyusun panduan agar keselamatan jurnalis terjaga saat meliput unjuk rasa. [Antaranews.com]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda