Archandra Tahar menjawab wartawan usai dirinya dilantik sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016) siang. (Foto: Humas/Jay)

LayarBerita, Jakarta – Untuk meningkatkan produksi energi, terdapat tiga hal penting yang diharapkan dapat dipenuhi di sektor energi, antara lain teknologi, sumber daya yang mumpuni, dan pembuatan proses yang akuntabel. Demikian disampaikan Archandra Tahar kepada wartawan yang mengerubutinya seusai dirinya dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Sudirman Said, di Istana Negara, Rabu siang (27/7/2016)

“Belajar dari pengalaman, untuk meningkatkan produksi, salah satunya adalah kita harus menggunakan teknologi. Kunci dari peningkatan produksi, selain teknologi, juga proses yang akuntabel. Kemudian kita memerlukan human resources yang mumpuni,” jelas Archandra Tahar, yang termasuk salah satu menteri termuda dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 itu.

Archandra Tahar, pria asal Padang Pariaman yang sudah 20 tahun tinggal di Houston, Amerika Serikat mengaku surprise dipercaya oleh Presiden Jokowi menduduki jabatan menteri. Dirinya sama sekali tidak pernah bermimpi akan hal itu. Kabar dirinya akan menjadi menteri juga baru diterima beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, Archandra mengaku, dalam beberapa kesempatan memang pernah berkomunikasi dengan Presiden Jokowi, berdiskusi tentang masalah yang dihadapi Indonesia terutama di bidang oil and gas.

Dari diskusi tersebut, ada hal-hal yang mungkin bisa kita implementasikan, berdasarkan pengalaman apa yang saya peroleh di luar. Dari sisi itu, diskusi berlanjut, sampai akhirnya hari ini saya dilantik, jelas Archandra Tahar.

Untuk diketahui, Archandra Tahar dikenal sebagai ahli di bidang energi dan sumber daya mineral, yang memiliki beberapa paten yang bersifat internasional. Sebelumnya, Archandra Tahar bekerja di banyak perusahaan besar di Amerika Serikat dan tercatat sebagai profesional yang telah mempunyai level kelas dunia.

Kemandirian

Menurut Archandra Tahar, ke depan, yang perlu ditekankan di sektor ESDM adalah membangun kemandirian dari sisi energi, karena kebutuhan energi pada tahun-tahun depan akan sangat besar sekali.

“Sedangkan dari sisi oil and gas, dimana setiap tahun kita lihat produksinya menurun. Kita perlu untuk meningkatkan produksi”, tambah Menteri ESDM.

Untuk membangun sektor industri energi, Archandra Tahar menjelaskan bekalnya adalah integrity. “Kita memerlukan transparansi dari pengelolaan sektor energi. Yang namanya integritas dalam pengelolaan sumber daya alam ini diperlukan sehingga kita bisa duduk sejajar dengan bangsa-bangsa lain, kalau kita bisa secara bangsa berintegritas dalam hal dealing atau memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan policy di bidang oil and gas,” ujarnya.

Ditanya terkait tantangan deepwater exploration untuk meningkatkan cadangan energi, Archandra Tahar menjelaskan bahwa deepwater memang high risk tapi high reward. “Karena high risk, kita memerlukan sesuatu policy yang agak berbeda, supaya investor kembali tertarik untuk mulai masuk ke daerah-daerah laut dalam,” kata Archandra Tahar. [setkab.go.id]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda