BAGIKAN
Anggota Pramuka dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel usai mengikuti kegiatan dalam sebuah perkemahan. (Foto: LayarBerita.com/BIM)

LayarBerita.com – Kegiatan kepanduan adalah sebuah wadah yang ditujukan untuk para remaja dengan pengawasan anggota dewasa. Oleh karenanya, dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan kita tidak melulu hanya melihat adik-adik remaja yang beraktifitas sambil bernyanyi nyanyi, tapi kita pun harus tahu bahwa dibalik suksesnya pendidikan karakter yang dijalani oleh para peserta didik, tidak lepas dari peran serta para pembina dan pembantu pembina di pangkalan masing masing.

Jabatan pembina disini biasanya akan diduduki oleh seorang pegawai pada instansi asal suatu gugus depan berdiri. Satu gugus depan terdiri dari dua pembina, yaitu pembina putra dan pembina putri. Selain itu, dalam proses pembinaan kepramukaan pembina masih akan dibantu oleh pembantu pembina yang ditunjuk secara resmi oleh instansi tersebut. Tetapi kebanyakan kegiatan kepramukaan, memiliki struktur diluar pembina pembina resmi tersebut yang dengan rela mengabdi untuk menyumbangkan ilmu dan pengalamannya kepada para peserta didik, yakni korps alumni atau purna bakti lulusan dari kesatuan. Biasanya para almuni ini datang dengan pengalaman pengalaman baru yang mereka dapatkan dari luar dan kemudian ilmunya dibawa kedalam pangkalan.

Dalam proses pembinaan para anggota pramuka ini, seringkali terdapat kesalahan kesalahan yang dianggap wajar oleh para pelatih ini. Kesalahan ini meliputi metode latihan, dan biasanya berpengaruh kepada kualitas kader peserta didik yang dihasilkannya. Berikut ini beberapa kesalahan kesalahan baik sadar maupun tidak yang sering diterapkan dalam pola pembinaan gugus depan:

1. Pengajaran akhlak yang tidak disertai contoh tindakan

Melihat seluruh peserta didik kita menjadi panutan di lingkungannya tentu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi pembinanya. Olehnya sebagai pendidik, kita sering kali mengajarkan penerapan akhlak yang baik dan harus dibiasakan oleh para peserta didik kita. Namun sayang nya, tidak banyak dari para pendidik itu sendiri yang mampu merealisasikan bentuk penerapan akhlak tersebut langsung kepada peserta didiknya. Misalnya saja, ketika waktu shalat pembina menghentikan kegiatan sementara guna menyempatkan adik didik nya untuk beribadah, tapi yang bersangkutan sendiri tidak sholat padahal dirinya sendiri muslim.

Kemudian pembina yang selalu merokok didepan peserta didik sementara dia akan sangat marah ketika melihat peserta didiknya merokok di depan mereka, ini dikarenakan mereka sadar bahwa merokok itu adalah hal yang sangat tidak baik, namun tetap saja mereka melakukannya. Atau pembina yang sering berkata kata kotor di depan adik adiknya, menyuruh adik adiknya disiplin waktu sementara mereka selalu datang terlambat ketika akan melatih. Dan masih banyak lagi teori teori kebaikan akhlak yang selalu digembar gemborkan sang pelatih tanpa mereka mampu merealisasikannya,. Hal hal ini akan berdampak kepada psikologis adik adik yang selalu kita harapkan menjadi karakter berakhlak nantinya.

Bisa jadi muncul stigma bawah sadar mereka bahwa menjadi anak taat hanya harus dilakukan di lingkungan pramuka diluar tidak apa karena tidak dilihat pelatih, ato mungkin mereka akan mencontoh pembina tersebut setelah mereka lulus dari satuan. Toh para pembina nantinya sudah segan untuk melarang mereka bila sudah lulus dan menjadi alumni. Dia juga melakukan kok… masa mau melarang larang. Minimal para pembina ini berusaha tidak melakukannya di depan anggota mereka agar tetap bisa menjadi contoh dan menimbulkan kesadaran penuh bagi peserta didik untuk menjadi kader yang berakhlak.

2 KOMENTAR

  1. Yg nonor 6 hrus ada kajian dan bukti…jangn asal membuat argumen..kalau yg terjdi sperti itu..mrka bkn pembina…kenyataanya pembina banyak berkorbn dana untk adik2 binaannya…apa lgi kalu ada ivent kegiatan..

  2. saya rasa tulisan ini bagus,, ini menyuarakan betapa seorang pembina harus memang memperbaiki dirinya, kak @mursalim ini hanya sebuah tulisan dan bukan menuduh seluruh pembina melakukan hal tersebut,, namun yang kak @mursalim suarakan juga tidak ada salahnya,,, Jaya terus Pramuka Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here