BERBAGI
Chris Graythen / Getty Images

LayarBerita, Jepang – Kawasaki tidak bisa memprediksi kapan akan kembali ke MotoGP. Kebutuhan akan dana yang sangat besar untuk membentuk tim pabrikan baru menjadi penghalang utama bagi Kawasaki.

Parbikan Jepang itu berkompetisi di MotoGP pada 2003 sampai 2008. Setahun kemudian Kawasaki hanya menjalankan satu motor di bawah bendera Hayate Racing yang ditunggangi Marco Melandri sebelum benar-benar mundur dari ajang ini.

Sejak saat itu, Kawasaki hanya fokus di World Superbike [WSBK] yang berujung kesuksesan setelah para ridernya Tom Sykes dan Jonathan Rea meraih titel juara dunia pada 2013 dan 2015.

Suzuki dan Aprilla sudah kembali ke MotoGP pada tahun ini. Akan tetapi, Kawasaki belum akan mengikuti rivalnya itu dalam waktu dekat.

“Investasi yang dibutuhkan tidak memungkinkan bagi kami [untuk berkompetisi],” ungkap bos Kawasaki WSBK Ichiro Yoda kepada majalah Riders sebagaimana dilansir Motorsport.

“Pada akhirnya Anda harus menjual sepeda motor dan merek lain menjual beberapa juta lebih banyak daripada kami. Bagi mereka, MotoGP adalah investasi yang setara satu persen dari penjualan mereka.”

“Seandainya kami kembali, beberapa hal juga harus diubah. Saat ini peraturannya sangat ketat. Kami tidak mampu bersaing dengan sebuah motor produksi misalnya. Ada solusi teknologis yang diadopsi oleh pabrikan lain seperti girboks seamless yang tidak akan kami gunakan pada motor kami. Itu terlalu mahal, tidak sepadan.”

“Tentu saja, kalau Dorna mau mengubah filosofinya dan membuat peraturan-peraturannya benar-benar terbuka, memungkinkan semua pabrikan untuk bereksperimen secara bebas mungkin kami akan kembali ke MotoGP. Tapi untuk sekarang, kami tetap fokus di Superbike,” cetus Yoda. sumber: sport.detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here