LayarBerita, Banda Aceh – Peta Zona Merah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Aceh, kini berpindah  dan bertambah. Sebelumnya Pidie Jaya, Lhokseumawe, dan Aceh Singkil, merupakan Zona Merah, kini pindah ke 6 daerah lainnya.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG kepada pers, Selasa, (20/10/2020). Perubahan zona warna itu berdasarkan rilis terbaru Satuan Tugas (satgas) Covid-19 Nasional, pada laman covid19.go.id/peta-risiko.

“Zona warna daerah tersebut berdasarkan analisis data surveilans Covid-19, data pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan, dan data rumah sakit online,” terang Saifullah Abdulgani.

Sambung SAG, Kabupaten Pidie Jaya yang sebelumnya zona merah dengan risiko tinggi peningkatan kasus Covid-19 bersama Kota Lhokseumawe, dan Aceh Singkil,  kini sama-sama menjadi zona oranye dengan tingkat risiko sedang.

Sementara 6 daerah masing-masing Aceh Tamiang, Kota Langsa, Subulussalam, Bireuen, Aceh Utara, dan Bener Meriah, berubah dari zona oranye dengan risiko sedang menjadi zona merah dan memiliki risiko tinggi terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Aceh Timur yang minggu lalu satu-satunya zona kuning atau risiko rendah di Aceh, yakni turun menjadi zona oranye,” tambah SAG.

Sedangkan zona risiko selengkapnya, yakni zona merah; Aceh Tamiang, Kota Langsa, Subulussalam, Bireuen, Aceh Utara, dan Bener Meriah.

Zona oranye meliputi Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Sabang, Pidie, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Simeulue, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Gayo Lues, rinci SAG.

“Berdasarkan Peta Zonasi Warna, semua daerah di Aceh memiliki risiko tinggi hingga risiko sedang peningkatan penularan virus corona. Semua pihak hendaknya bisa lebih cermat  dalam kebijakan dan bersikap, sehingga dapat membalikkan situasi menjadi lebih baik, pada minggu depan,” harapnya. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *