Kabupaten Siak - 1 minggu lalu

Penerapan PSBB, Bupati Siak : Camat Diminta Lakukan Sosialisasi Kepada Masyarakat

[Infotorial Pemkab Siak]

LayarBerita, Siak –  Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah disetujui oleh Menteri Kesehatan dan telah diterapkan dan diberlakukan di Kabupaten Siak. Sehubungan dengan ini, Bupati Siak, Alfedri tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada jajarannya untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat.

Penerapan PSBB dilakukan tidak lain untuk pencegahan dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Siak.  Mengingat inilah Bupati Siak juga meminta agar camat dan penghulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara intensif.

Terkait arahan dari BUpati Siak ini, Camat Sabak Auh Tengku Mukhtasar mengatakan, kalau pihaknya telah melayangkan surat di setiap kampung di wilayah tugasnya.  Adapun isi surat tersebut untuk mengingatkan agar seluruh penghulu dapat melakukan sosialisasi penerapan PSBB kepada wraga masing-masing.  Seperti membatasi diri agar warga untuk tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami telah mengimbau masyarakat agar membatasi diri untuk tidak bepergian atau keluyuran. Apalagi sampai keluar dari wilayah Kecamatan Sabak Auh. Kita keliling mulai pagi dan malam hari, ke kampung-kampung untuk mengingatkan warga,” ujarnya Rabu (20/5/2020).

Apalagi saat ini, sambungnya, daerah tetangga tercatat sebanyak 34 orang hasil rapid tesnya reaktif dan sebagian Puskesmas ditutup atau meliburkan para pegawainya. Upaya antisipasi bagi masyarakat, tentunya dilarang untuk bepergian ke daerah tersebut.

”Kami juga bersyukur di Kampung Belading ini didirikan pos cek poin atau pos pencegatan sebagai wilayah perbatasan langsung dengan Kabupaten Bengkalis.  Sehingga ada lokasi yang dijadikan tempat mengawal warga yang ingin keluar dan masuk daerah ini,” terang Camat Sabak Auh.

Terkait kondisi saat ini, upaya yang harus dilakukan yakni masyarakat diimbau tetap mematuhi ketentuan PSBB dan protokol pencegahaan Covid-19. Hal itu dilaksanakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan demi kepentingan bersama.

“Sosialisasi juga kami lakukan di sejumlah tempat yang dianggap rawan, sesuai petunjuk dari Peraturan Gubernur. Artinya segala aktifitas usaha selain yang dikecualikan dalam peraturan tersebut, agar tutup pada pukul 20.00 WIB,” ucapnya.

Sejauh ini terlihat, sejumlah petugas dari TNI, Polri dan Perhubungan mengatur lalu lintas kendaraan, sekaligus mengecek pengguna kendaraan yang masuk ataupun melintas di wilayah Kabupaten Siak. Bahkan sejumlah kendaraan terlihat di suruh balik arah oleh petugas.

Menurut Kapolpos cek poin Sabak Auh Ipda Musa H Sibarani, sejak diberlakukan PSBB di Kabupaten Siak, pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara ketat baik yang masuk ataupun yang keluar dari Negeri Istana.

“Setiap pengguna kendaraan yang akan masuk ke Kabupaten Siak, harus memenuhi syarat-syarat seperti surat kesehatan, surat jalan dari instansi pemerintah, dan membatasi penumpang,” terang Ipda Musa.

Selain itu petugas juga memeriksa pengemudi sepeda motor. Untuk pengemudi sepeda motor masih diperbolehkan membonceng penumpang, tetapi tetap harus menggunakan masker.

“Untuk saat ini sudah lebih dari 4 kendaraan roda empat yang kita suruh putar balik, karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Hal ini kita lakukan tidak lain untuk menjalankan aturan dan mencegah penyebaran virus corona sesuai dengan protokol kesehatan dan aturan PSBB yang berlaku,” jelasnya. [Abb/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *