Kabupaten Siak - 2 minggu lalu

Rakor dengan Kasatgaswil V KPK Via Vidcon, Pj Sekda Paparkan Persiapan Penganggaran Penanganan Covid-19

[Infotorial Pemkab Siak]

LayarBerita, Siak –  Pemerintah Kabupaten Siak bersama sejumlah kabupaten/kota lainnya, mengikuti rapat koordinasi dengan KPK Wilayah Provinsi Riau melalui Video Confrence, terkait penanganan Covid-19.

Diawal sambutannya, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi Pencegahan Wilayah V KPK Budi Waluya mengatakan, bahwa KPK saat ini konsen dalam memantau penanganan Covid-19.

“Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, sangat mengganggu kehidupan dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharuskan untuk membuat anggaran untuk menangani kasus Covid-19 tersebut,” ujar Budi.

Selaku salah satu lembaga pemberantasan korupsi, KPK mengingatkan agar tidak ada yang salah dalam mengelola anggaran tersebut.

“Kami mengingatkan agar dalam pelaksanaan penanganan Covid-19 jangan sampai ada yang salah kaprah, khususnya dalam masalah anggaran. Seperti mengambil keuntungan, dan menerima gratifikasi dari penyediaan anggaran, penyerahan bantuan harus tepat sasaran, dan penyelewengan dalam penyerahan bantuan,” ucapnya.

Diawal penjelasannya, Pelaksana Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Jamaluddin mengatakan bahwa Kabupaten Siak telah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama dengan 4 kabupaten lainnya, yang mulai berlaku dari tanggal 14 hingga 28 Mei 2020.

Untuk data kasus Covid-19 di Kabupaten Siak, lanjutnya, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 4.009 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 53 orang, dengan rincian sedang dirawat 5 orang, meninggal 8 orang, sembuh 39 orang, positif dan sembuh 1 orang.

“Terkait bantuan sosial, dengan dilaksanakannya PSBB di Kabupaten Siak, Pemerintah Provinsi Riau memberikan bantuan keuangan kepada daerah yang melaksanakan PSBB sebesar Rp.300 ribu/KK. Akan tetapi sampai saat ini, bantuan keuangan dari provinsi masih dalam tahap pencairan,” jelas Jamaluddin.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Siak juga memberikan bantuan berupa sembako sebesar Rp.200 ribu/paket dengan jumlah penerima 16.850 KK, dan sudah dicairkan di 13 kecamatan.

“Untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa, dari 122 desa se-Kabupaten Siak, baru 115 desa yang dicairkan dan akan terus berjalan bagi desa yang belum dicairkan. Jumlah KK yang sudah menerima BLT desa ini 15.634 KK.  Alhamdulillah tidak ada kendala dalam proses pelaksanaan, sehingga masyarakat bisa langsung merasakan bantuannya,” ucap Pj Sekda Siak itu, di ruang Live Room, kantor Bupati Siak.

Sambung Jamaluddin, Pemerintah Kabupaten Siak melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, telah menerima beberapa bantuan dari pihak ketiga, baik dari perusahaan swasta, BUMD, BUMN, termasuk organisasi masyarakat yang peduli terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Siak.

“Bantuan dari pihak ketiga ini, awalnya kami berikan langsung kepada PDP yang di isolasi selama 14 hari, karena awalnya Pemda belum ada sumber dana. Kemudian kami juga berikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 yang tidak bisa dimasukkan di beberapa bantuan seperti bantuan dari BLT Pusat, Sembako Kabupaten, maupun BLT desa. Karena bantuan tersebut membutuhkan Nomor Induk Keluarga (NIK), ada masyarakat yang belum mempunyai NIK,” terang Jamaluddin. [Abb/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *