LayarBerita, Lhokseumawe –  Lazismu Kota Lhokseumawe terus berupaya memberikan santunan kepada warga kurang mampu.  Seperti halnya dua penyandang disabilitas asal Batuphat Timur, Kota Lhokseumawe yang punya kelainan fisik sejak usia balita. Kini keduanya masuk sebagai Mustahiq (penerima) reguler/tetap ZIS dari Lazismu Lhokseumawe.

Ketua Lazismu Lhokseumawe H.Husni Thamrin, mengatakan kondisi kedua penyandang disabilitas tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan sudah punya kelainan sejak lahir.

Adapun penderita yang pertama, Maulana Rizky, bocah berusia 6 tahun ini, mengalami kelainan kurang gizi (malnutrisi) yang diderita sejak umur lima bulan. Balita ini hidup bersama dengan ibunya yang bernama Nurmiah, serta tidak mempunyai keluraga lain dan kerabat dekat. Sementara ayah dari Maulana Rizky telah meninggal dunia sekitar dua Bulan yang lalu.

“Kehidupan mereka begitu memprihatinkan.  Ibu Nurmiah sehari-hari beraktifitas sebagai tukang cuci pakaian, ” ujar Husni.

Sambung Ketua Lazismu, penyandang disabilitas yang kedua, Muhammad Ali berusia 41 Tahun.  Dirinya menderita penyakit “Celebral Palsy” atau kelumpuhan gerakan/motorik, akibat gangguan fungsi otak.  Muhammad Ali juga tinggal bersama ibunya yang bernama Parni, yang sehari-hari hanya menjajakan gorengan dan jajanan anak-anak seadanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menindaklanjuti hasil assesmen keduanya, Lazismu Lhokseumawe siap menyalurkan santunan reguler/rutin kepada keduanya.

“Insya Allah, Maulana Rizky dan Muhammad Ali akan kita santuni setiap bulannya.  Demi kebutuhan sehari-hari, serta kita juga akan mendampingi keduanya untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah,” jelas Ramzi, S.Sy  Sekretaris Eksekutif Lazismu Lhokseumawe. [red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *