Aceh - Wilayah Barat - 2 minggu lalu

Suasana Haru Warnai Berbuka Puasa Bersama Kaum Dhuafa dan Anak Yatim di Tanah Luas

LayarBerita, Aceh Utara – Polisi Sektor (Polsek) Tanah Luas Polres Aceh Utara menggelar buka puasa bersama dengan anak yatim, kaum dhuafa dan insan pers, Selasa, (12/5/2020). Kegiatan itu dilakukan bertujuan untuk saling berbagi bersama masyarakat kurang mampu di bulan suci Ramadan 1441 H.

Buka puasa bersama ini dilakukan langsung di Gampong Serba Jaman Baru, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, tepatnya di depan rumah Mardewi (34) ibu dari tiga anak yang baru saja ditinggal suaminya sejak 19 hari lalu, karena menderita sakit.

Suasana penuh canda tawa kebahagiaan mampu menghangat suasana dingin di tengah guyuran hujan lebat yang melanda daerah tersebut. Selain buka puasa, Kapolsek bersama insan pers juga menyantuni 10 orang anak yatim dari gampong itu.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Yose Rizaldi mengatakan, kegiatan buka puasa bersama tersebut untuk berbagi kebahagiaan dengan kaum dhuafa dan anak yatim.

“Kita disini berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang membutuhkan, supaya mereka bisa merasakan kebahagiaan dengan niat yang tulus dari kita,” ujar Kapolsek.

Sambungnya, motivasi awal dilaksanakan kegiatan tersebut, seiring dengan masuknya bulan suci Ramadan dan Pandemi Covid-19 saat ini. Oleh karena itu pihaknya memutuskan menggelar kegiatan buka bersama, tepatnya di depan rumah anak yatim yang baru ditinggali ayahnya.

“Ibu dan tiga anak yang tinggal di rumah ini, tinggal di rumah yang tidak layak. Kami dari jajaran Polsek juga berharap pada semua kalangan agar kita semua saling membantu dan meringankan beban warga kurang mampu ini,” ujar Yose.

Sementara itu, Mardewi mengaku sangat bersyukur dan terharu dengan kegiatan kebersamaan dilaksanakan oleh Polsek Tanah Luas serta Insan Pers. Dirinya tidak menyangka kalau masih ada yang peduli dengan kehidupan mereka.

“Saya sangat berterimakasih, karena sudah membantu saya dan menghibur di bulan Ramadan ini. Saya sangat bahagia dan benar-benar sangat bahagia,” ungkap ibu tiga anak itu, sembari air mata menetes di kedua pipinya tersebut.

Mardewi mengatakan, dirinya tinggal di Tanah Luas sejak tahun 2019, kini dirinya hidup bersama tiga orang anak di rumah yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat desa setempat. Rumah berdinding kayu dan tepas, serta beratapkan rumbia, bukan jadi keluhan, yang penting istana mungil tersebut bisa melindungi mereka dari kucuran hujan, dinginnya malam dan teriknya matahari.

“Suami meninggal sekitar 19 hari lalu, tepatnya di hari kedua Ramadan, sekarang kebutuhan hidup saya, dari belas kasih tetangga dan kakak kandung saya. Kadang-kadang juga saya bekerja dari upah ‘top teupong’ (tumbuk tepung), untuk menafkahi keluarga,” ucapnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Serba Jaman Baru, Muhammad Yasin mengatakan, pihaknya sudah berupaya agar Mardewi bisa mendapatkan bantuan. Menurutnya, kalau rumah janda tersebut dibangun menggunakan dana desa bisa saja, namun ada aturan dengan cara bergiliran.

“Setelah empat rumah usulan sebelumnya itu selesai dibangun, maka akan digilirkan ke rumah Mardewi tahap selanjutnya. Karena dalam setahun kita membangun dua unit rumah saja,” imbuhnya. [Fazir]

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *