Featured - Hukrim - 2 minggu lalu

Api Cemburu Antarkan Pelaku Pembunuhan ke ‘Hotel Prodeo’ Polres Siak

LayarBerita, Siak – Polres Siak berhasil meringkus pelaku pembunuhan di perkebunan kelapa sawit perkutut Bukit Agung, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak. Motif pelaku membunuh korban karena cemburu istri pelaku diketahui berselingkuh dengan korban.

“Pelaku berinisial HS ini merupakan suami dari selingkuhan korban yang bernama berinisial AS. Pelaku dibakar api cemburu, sehingga nekat menghabisi nyawa korban,” ungkap Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, melalui Kasat Reskrim AKP Faizal Ramzani, Selasa (11/5/2020) saat press release yang dilakukan secara daring di Mapolres Siak.

Menurut Kasat Reskrim, kejadian bermula pada tanggal 21 April 2020 lalu, saat itu pelaku mendatangi korban di perkebunan sawit, dan melakukan penganiayaan korban dengan sebuah batu yang dimasukkan di dalam karung goni. Pelaku memukul korban di bagian kepala hingga korban tidak sadarkan diri.

Korban mengalami luka robek di bagian kepala yang mengeluarkan banyak darah. Awalnya korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawa korban tidak dapat tertolong.

“Usai melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, pelaku pembunuhan kita kerucutkan terhadap HS,” ujar Faizal.

Sambung Kasat Reskrim, pelaku ditangkap pada 10 Mei lalu, setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran selama satu minggu. “Pelaku ditangkap di Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara,” terang AKP Faizal.

Faizal menjelaskan, Polres Siak melakukan koordinasi dengan Polsek setempat tentang keberadaan pelaku. Tim yang dipimpin Kanit I Satreskrim Polres Siak Ipda Dendy langsung melakukan pengejaran dan penangkapan. Pelaku sempat berusaha kabur sebelum akhirnya diamankan petugas.

“Setelah diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban. Pelaku mengaku aksi itu dilakukan karena rasa cemburu. Sebab korban kedapatan selingkuh dengan istrinya,” tutup Faizal.

Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Siak, guna proses lebih lanjut. Terhadap pelaku, akan dikenakan pasal 340 jo 338 jo 355 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun. [Abb]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *