Featured - Hukrim - 3 minggu lalu

Polisi Tangkap Pria Penginjak Al-Qur’an yang Viral di Medsos

LayarBerita, Tasikmalaya – Aksi pelecehan terhadap kitab suci umat islam yang viral di media sosial, akhirnya ditangani pihak kepolisian. Pria berinisial HM (30), warga Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menginjak- injak Alquran, ditangkap Polres Tasikmalaya.

Awalnya aksi yang melakukan penistaan terhadap agama Islam dengan menginjak Alquran ini lantas membuat warga geram dan melaporkannya ke polisi.  Atas laporan warga ini, polisi langsung menindak lanjutinya dan menangkap pelaku dengan sangkaan dugaan penistaan agama dan penyebaran ujaran kebencian. Tak hanya mengamankan HM, Polisi juga menangkap ZN (24) yang diduga menyebarkan video tersebut.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana mengatakan, kejadian itu bermula ketika tersangka HM dituduh mencuri ponsel warga saat digelar musyawarah di kampungnya. Tak terima dituding mencuri, HM bersedia disumpah di bawah Alquran. Namun saat proses sumpah akan berlangsung, entah kenapa HM malah menginjak-injak Alquran dan aksinya direkam oleh ZN.

“Dia awalnya menyangkal mencuri dengan sumpah Alquran. Tapi, dia malah menginjaknya. Saat itu masyarakat hanya menonton dan ada yang merekamnya dengan HP,” jelas Kapolres Tasikmalaya, Minggu (10/5/2020).

Kemudian, oleh ZN, rekaman video itu disebarkan melalui media sosial, dengan tujuan tersangka HM dihukum oleh publik karena telah melakukan hal yang tak sepatutnya. Setelah video itu viral, ada pihak yang mengadukan kasus tersebut ke Polres Tasikmalaya.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti satu buah Alquran, satu surat pernyataan dari tersangka saat menyangkal tuduhan pencurian, tangkapan layar tersangka injak Alquran, tangkapan layar laman Facebook tersangka, dan satu unit ponsel tersangka.

“Kini kedua tersangka mendekam di sel tahanan Polres Tasikmalaya. Tersangka HM dijerat Pasal 156 KUHPidana tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. Sedangkan tersangka ZN dikenakan Pasal 45a Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan ancaman 6 tahun penjara,” jelas Kapolres Tasikmalaya. [tribrata]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *