LayarBerita, Lhokseumawe – Sebanyak 99 orang pengungsi etnis Rohingya yang ditampung di posko sementara eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe di Kecamatan Blang Mangat, diserahterimakan (dipindahkan) ke posko pengungsian yang baru di eks Kantor BLK di Desa Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat (10/7/2020) sore.

Pemindahan etnis Rohingya ke posko pengungsian baru tersebut tertuang dalam berita acara serah terima yang ditandantangani antara Kapala Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Fauzi dengan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya.

Menurut Suaidi Yahya, pemindahan posko pengungsian ke bekas Kantor BLK karena dianggap lebih layak dan kondusif dibandingkan posko sebelumnya.

“Dari sisi kemanusian dan faktor lainnya, posko bekas Kantor BLK lebih layak dari eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe di Blang Mangat. Makanya mereka kita pindahkan ke sini,” sebut Suaidi Yahya kepada awak media.

Disinggung mengapa tidak ditempatkan di bekas shelter di Blang Adoe, Aceh Utara, lebih lanjut Suaidi mengatakan, karena posko tersebut digunakan untuk isolasi Orang Dalam Pengawasan (ODP) virus corona disease 2019 (Covid-19).

Atas pertimbangan bersama dengan Forkompimda dan pihak terkait lainnya, pengungsi etnis Rohingya itu dipindahkan ke posko pengungsian yang baru di Desa Meunasah Mee, Kandang, imbuhnya.

Terkait kebutuhan pengungsi selama di posko pengungsian, lebih lanjut Suadi Yahya mengatakan, Pemko Lhokseumawe hanya memfasilitasi tempat dan tenaga pengamanan, baik dari unsur Satpol PP, TNI dan Polisi.

“Pemko Lhokseumawe hanya memfasilitasi tempat penampungan sementara dan tenaga pengamanan dari unsur Satpol PP, TNI dan juga polisi. Kebutuhan lainnya, telah dibantu oleh NGO, PMI, organisasi kemanusiaan lainnya, dan juga masyarakat umum,” ungkapnya.

Serah terima pengungsi etnis Rohingya itu turut dihadiri Forkompimda Lhokseumawe, perwakilan IOM, Kepala BPBD Lhokseumawe Muspika Blang Mangat dan Muspika Muara Dua. [BIM]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *