LayarBerita, Siak  –  Pembangunan kilang padi UD Siak Subur Sejahtera dihentikan sementara aktifitasnya, hingga pemilik perusahaan mengantongi izin dari pemerintah.  Pasalnya, hingga kini pembangunan kilang padi tersebut belum mengantongi Izin mendirikan Bangunan (IMB).

Terkait hal ini, Camat Bungaraya Amin Soimin didampingi Kapolsek Bungaraya AKP Amarullah beserta Satpol-PP Bungaraya mendatangi pembangunan Kilang Padi UD.Siak Subur Sejahtera di Dusun II, Kampung Temusai.  Kedatangan Muspika ini dalam rangka sosialisasi ‘New Normal’ dan meninjau lokasi pembangunan. Pada kesempatan tersebut, Camat Bungaraya menegaskan kepada pihak perusahaan untuk segera mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sekaligus menghentikan aktifitasnya sampai dikeluarnya IMB.

Saat kunjungan itu, pemilik UD.Siak Subur Sejahtera tidak berada ditempat, hanya ada Koordinator Lapangan Tjien Yu atau yang sering dipanggil Pak Ken dengan beberapa karyawan yang terus melanjutkan pekerjaannya membangun kantor atau perumahan perusahaan.

Pada kesempatan itu, Camat Bungaraya Amin Soimin dalam arahannya menyampaikan beberapa hal terkait new normal, sekaligus terkait IMB perusahaan yang sampai saat ini belum dimiliki UD.Siak Subur Sejahtera. Camatn dengan tegas mengatakan agar pemilik perusahaan segera mengurus IMB dan menghentikan aktifitasnya sampai IMB itu keluar.

“Saya meminta kepada pihak perusahaan, agar bisa menaati peraturan yang berlaku. Jangan melanjutkan aktifitas ini kalau IMB nya belum dimiliki oleh pihak perusahaan. Silahkan bapak mengurus perizinan dulu, setelah IMB nya  keluar baru bapak boleh melanjutkan kegiatan ini,” tegas Camat Bungaraya Amin Soimin kepada pihak perusahaan yang diwakili oleh Pak Ken, Selasa (9/6/2020).

Camat juga mengaku sangat prihatin, pasalnya sekelas perusahaan atau UD kok tidak bisa mematuhi peraturan pemerintah dalam hal memenuhi persyaratan untuk mendirikan bangunan.

“Sebenarnya kalau izinnya sudah keluar tentu pekerjaan ini tidak akan terkendala dan tentu tidak membuat resah masyarakat, karena berdasarkan peraturan, urus dulu izinnya baru membangun, bukan malah sebaliknya seperti ini,” ucapnya.

Lebih lanjut Amin menegaskan kepada pihak perusahaan, agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, wajib pakai masker dan lain-lainnya. Serta segera menyampaikan laporan baik kepada pemerintah kecamatan maupun kepada pemerintah kampung, sudah sejauh mana proses pengurusan izin yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Sekali lagi saya meminta pihak perusahaan agar dapat mematuhi peraturan. Jangan malah melanggar peraturan yang sudah berlaku, karena kalau tetap dilanggar, bukan tidak mungkin pihak pemerintah akan membongkar pembangunan ini karena tak sesuai dengan IMB nya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang petugas Satpol-PP Bungaraya Muhd. Zulfachri juga menegaskan kepada pemilik perusahaan agar memahami aturan dalam mendirikan bangunan.  Menurutnya, bangunan pagar yang baru saja dibangun itu sudah menyalahi aturan, karena jarak dengan jalan besar sangat dekat sekali.

“Ini apa fungsi dari bangunan tembok yang menghalang itu? Kalau kita hitung (ukur) dari MJ, bangunan ini kena atau menyalahi aturan dan sangat menganggu,” katanya sambil menunjukan pagar yang baru saja dibangun oleh pihak perusahaan di depan camat dan pihak perusahaan.

Pantauan di lapangan, pihak perusahaan yang diwakili oleh  koordinator lapangan Tjien Yu ketika diberikan arahan oleh camat dan Satpol-PP hanya diam saja seraya menganggguk. Terlihat tidak sedikit pun memberikan sagahan atau bantahan dalam berbicara.

Apalagi terlihat sejumlah karyawan tak menggunakan masker dalam bekerja.  Terkesan pihak perusahaan tidak mengindahkan imbauan dan aturan dari pemerintah dan aparat setempat.  Hal ini terbukti, meski tak mengantongi IMB, pihaknya terus melanjutkan pekerjaannya untuk bangun pagar, kantor dan perumahan karyawan. [Sugianto].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *