LayarBerita, Siak –  Kelakuan AP (49) tak pantas ditiru dan terbilang sangat bejat.  Lantaran sebagai seorang ayah, yang seharusnya menjaga keluarganya dari gangguan pihak lain. Ini malah melakukan rudapaksa terhadap anak kandungnya sendiri yang saat itu masih berusia sekitar 13 tahun.

Akibat perbuatan bejat tersebut, pelakuyang merupakan orang tua kandung korban kini mendekam di ‘hotel prodeo’ Polres Siak.  Polisi menangkap pelaku dari laporan dari anak kandungnya sendiri, setelah sekitar 8 tahun menyimpan kejadian memilukan tersebut.

Menurut Kapolres Siak, AKBP Doddy F. Sanjaya, melalui PS.Paur Subbag Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga, usai menerima laporan dari korban, pihaknya langsung mengamankan tersangka.  Korban awalnya takut melaporkan hal tersebut, karena saat itu dirinya masih kecil dan diancam oleh ayah kandungnya.

Saat ini, korban telah berusia sekitar 21 tahun, sementara kejadian memilukan itu berlaku pada tahun 2013 lalu.  Saat itu korban masih duduk di bangku SMP dan tidak mengingat lagi kapan pastinya peristiwa tragis itu dilakukan oleh ayah kandungnya.

“Dari pengakuan korban, bahwa dia disetubuhi oleh ayah kandungnya pada tahun 2013 lalu.  Pelaku melakukan perbuatan bejatnya sebanyak 3 kali, dalam waktu beberapa hari berselang,” ucap Dedek Prayoga.

Lanjutnya, saat itu korban takut melaporkan atau menceritakan kejadian ini kepada ibu kandungnya atau pihak keluarga lain.  Lantaran pelaku mengancam korban. “Awas kau kalau kasih tahu orang, apalagi mamak, habis kau,” ucap Dedek mengulang perkataan ancaman dari pelaku berdasarkan laporan korban.

Ternyata, pelaku juga pernah mencoba melakukan rudapaksa terhadap tante dari korban.  Malah pelaku juga ketahuan oleh istrinya atau ibu kandung korban berselingkuh dengan wanita lain.  Sehingga pihak keluarga ibu korban melakukan musyawarah keluarga.

Nah kesempatan inilah yang menjadi alasan kuat bagi korban untuk memberitahukan peristiwa yang dialaminya sekitar 8 tahun lalu. Korban memberanikan diri memberitahukan kejadian yang menimpanya kepada ibu kandungnya dan saudara lainnya.

“Saat kumpul keluarga tersebut, korban memberanikan diri menceritakan peristiwa yang dialaminya.  Termasuk tantenya yang berhasil melawan saat hendak dirudapaksa oleh pelaku.  Dari dasar inilah akhirnya korban memberikan laporan ke Polres Siak,” papar Dedek.

Saat ini pelaku sudah diamankan oleh Polres Siak untuk pemeriksaan lebih lanjut.  Saat pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya yang dilakukan terhadap anak kandungnya. Tersangka sedang dilakukan proses penyidikan oleh Unit PPA  Satuan Reserse Kriminal Polres Siak.

“Tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 UU no 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU no. 23 th 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” tutup Paur Subbag Humas Polres Siak. [Abb]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *