LayarBerita, Aceh Utara – Pembangunan rumah layak huni bagi kaum dhuafa yang dianggarkan melalui Baitul Mal Aceh Utara, mulai dikerjakan. Untuk tahun 2020, Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara telah memploting anggaran untuk membangun sebanyak 273 unit rumah. Bantuan ini tersebar di semua kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Tanda pembangunan rumah dimulai dilakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah fakir miskin oleh Baitul Mal dilaksanakan di Gampong Baroh Kuta Batee Kecamatan Meurah Mulia, Rabu (8/7/2020).  Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, anggota DPRK Razali Abu, Kapolres Lhokseumawe diwakili Kabag Sumber Daya Kompol Budiman, Ketua Baitul Mal Aceh Utara Tgk Yusradi Ismail, pejabat Muspika Meurah Mulia, dan tokoh masyarakat setempat.

Wakil Bupati Fauzi Yusuf dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat sesuai dengan tuntunan fiqh. Lebih bagus lagi jika membayar zakat dan infaq melalui lembaga resmi seperti Baitul Mal, untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan.

“Dengan dimulainya pembangunan ini berarti makin banyak jumlah warga fakir dan miskin di Aceh Utara yang dapat menikmati rumah layak huni. Untuk itu, kita patut memberikan apresiasi kepada Baitul Mal yang telah menyisihkan sebagian dana zakat dan infaq untuk digunakan membangun rumah bagi warga dhuafa. Program ini tentu saja sangat berdaya guna,” uajr Fauzi.

Lebih jauh Fauzi mengharapkan mulai tahun 2021, agar dibentuk Baitul Mal di setiap gampong dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. Dengan adanya Baitul Mal ditiap gampong, maka prosesi pengumpulan zakat dan infaq akan lebih terkoordinir dan dikelola dengan lebih profesional untuk kebutuhan kemaslahatan umat.

”Untuk Ketua Baitul Mal di gampong-gampong bisa dipercayakan kepada Teungku Imum gampong setempat,” ucap Fauzi.

Terkait dengan masih banyaknya fakir miskin yang tinggal di rumah tak layak huni, Fauzi mengatakan ke depan Pemkab Aceh Utara menargetkan adanya peningkatan jumlah rumah dhuafa yang dibangun, baik melalui anggaran Baitul Mal, maupun melalui anggaran pada SKPK lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. ”Ini merupakan program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Utara secara keseluruhan,” ungkap Fauzi.

Prosesi peletakan batu pertama dan peusijuek Tim Pembangunan Rumah Fakir Miskin itu dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran wabah Covid-19. Wabup Fauzi Yusuf secara simbolis menyerahkan rumah yang akan dibangun tersebut kepada Megawati, warga miskin Gampong Baroh Kuta Batee. Selain untuk Megawati,  terdapat delapan rumah lainnya yang dibangun di Kecamatan Meurah Mulia.

Ketua Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara Tgk Yusradi Ismail, SE, melaporkan bahwa jumlah rumah dhuafa yang dibutuhkan di Aceh Utara tahun 2020 mencapai 21.468 unit. Namun yang mampu dibangun Baitul Mal hanya 273 unit. ”Ini dibangun dengan sumber dana zakat 221 unit, dan dana infaq 52 unit,” jelas Yusradi.

Sebelumnya, kata Yusradi, pihaknya menerima 746 proposal dari masyarakat miskin yang memohon bantuan rumah. Akan tetapi setelah dilakukan verifikasi dokumen, dilakukan survei lapangan, dan kemudian validasi data, pihaknya menetapkan 273 yang layak dibantu sesuai dengan ketersediaan anggaran Baitul Mal.

Pembangunan rumah fakir miskin ini, kata Yusradi, dilakukan secara swakelola oleh Tim Penyelenggara yang telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai efektivitas, efisiensi, ekonomis dan akuntabilitas keuangan.

”Pembangunannya direncanakan selesai dalam 120 hari, mulai Juli hingga Oktober 2020. Kita harapkan semuanya berjalan lancar,” ucap Yusradi. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *