LayarBerita, Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) yang jatuh pada 4 September, PLN Unit Induk Wilayah Aceh beserta seluruh unitnya melaksanakan zoom meeting sekaligus sapa pelanggan, Jumat (4//9/2020).

Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yaitu General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh Jefri Rosiadi yang diwakili Senior Manajer Niaga dan PP Yasnedi, Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah yang diwakili staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik Kamaruddin Andalah, S. Sos, M.Si, Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKA) Fahmiwati S.E, M.Si dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. H. Taqwaddin Husin, S.H, S.E, M.S.

Yasnedi yang mewakili General Manager PLN Aceh dalam paparannya menyampaikan beberapa kebijakan PLN dalam masa pendemi Covid-19 diantaranya kebijakan stimulus untuk pelanggan rumah tangga kategori subsidi yang mulai diberlakukan sejak April 2020, kemudian berlanjut untuk pelanggan bisnis kecil serta pelanggan industri kecil.

“Kebijakan pemberian stimulus untuk pelanggan sudah dan sedang berjalan sampai dengan Desember 2020,” kata Yasnedi.

“Saat ini sedang berlangsung Promo Gebyar Kemerdekaan, yaitu program naik daya menjadi diatas 2200 VA untuk rumah tangga dengan biaya hanya Rp.170.845, yang seharusnya pelanggan membayar sampai dengan 4 jutaan,” lanjutnya.

Yasnedi menambahkan, dalam rangka Hari Pelanggan Nasional tahun 2020 dan masih dalam rangkaian memeriahkan HUT Ke-75  Kemendekaan RI, PLN memberikan keringanan Biaya Penyambungan (BP) Tambah Daya sebesar 75% untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menegah (IKM) dengan mengeluarkan Program “Super Merdeka UMKM / IKM” yang berlaku sejak 4 September 2020 hingga 3 Oktober 2020.

“Program ini memberikan keringanan bagi pelanggan golongan tarif Bisnis dan Industri tegangan rendah mulai dari daya 450 VA sampai dengan daya 13.200 VA dengan pilihan daya akhir sampai dengan daya 16.500 VA,” pungkasnya.

Sementara itu Kamaruddin yang membacakan sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh menyampaikan, Pemerintah Aceh mengapresiasi PLN dengan semua program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terutama dimasa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

“Stimulus-stimulus yang sedang berjalan sangat membantu masyarakat kita dalam keadaan sulit seperti sekarang ini,” kata Kamaruddin.

“Pemerintah Aceh sangat mendukung kebijakan PLN yang berpihak kepada rakyat, semoga stimulus tersebut bisa lebih diperluas sehingga  bisa dirasakan oleh semua masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19,” tutupnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKA) Fahmiwati S.E, M.Si dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. H. Taqwaddin Husin, S.H, S.E, M.S.

Kedua narasumber tersebut lebih menekankan terhadap layanan PLN yang harus lebih baik dan familiar kepada pelanggan terutama call centre PLN 123 yang saat ini menjadi acuan PLN dalam menerima semua keluhan pelanggan terutama saat terjadinya gangguan.

“Tim call centre PLN 123 harus lebih sigap dalam menerima keluhan masyarakat, jangan terlalu lama pelanggan harus menuggu dan jangan terlalu bertele-tele bertanya sehingga membuat pelanggan bingung memberikan penjelasan,” kata Fahmiwati.

“Saran saya agar di Aceh juga disiapkan tim call centre 123 karena mereka lebih faham sebutan dan kondisi daerah kita” tutup Taqwaddin.

Di akhir sesi, panitia melalui mederator memilih beberapa peserta dari pelanggan yang ikut bergabung pada zoom meeting tersebut untuk diberikan doorprize berupa voucer token listrik yang diundi berdasarkan pertanyaan terbaik saat acara sedang berlangsung. (MJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *