LayarBerita, Banda Aceh – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Aceh mencatat ada penambahan kasus baru sebanyak 43 orang. Umumnya hasil pemeriksaan swab kontak erat pasien Covid-19 dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Adapun asal pasien tersebut yakni dari, warga Kota Banda Aceh sebanyak 22 orang, Aceh Besar 8 orang, dan Aceh Selatan 4 orang. Sedangkan warga Aceh Barat, Sabang, Lhokseumawe, masing-masing 1 orang. Sisanya 6 orang lagi warga dari luar daerah.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG. Jumlah akumulatif Covid-19 per 5 Agustus 2020, pukul 17.00 WIB, pasien Covid-19 menjadi 483 orang dengan rincian, 324 orang dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19 atau isolasi mandiri, 141 orang sudah sembuh, dan 18 orang meninggal dunia.

Jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah lagi 3 orang, yakni warga Kabupaten Aceh Tamiang. Sedangkan 1 orang warga Kota Banda Aceh dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh secara akumulatif sebanyak 2.353 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.330 orang sudah selesai isolasi mandiri, dan 25 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 145 orang. Dari jumlah tersebut, 7 PDP dalam perawatan, 135 PDP telah dinyatakan sembuh, dan 3 orang lainnya meninggal dunia.

Melihat kondisi terkini, Jubir Covid-19 Aceh ini mengimbau warga untuk menghindari terinfeksi virus corona dengan cara menghindari acara keramaian, menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan pakai sabun di bawah cucuran air 20 detik. Serta disiplin menjaga diri tersebut masih satu-satunya cara menghindari pontensi penularan virus penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) itu.

“Kita harus saling mengingatkan terus-menerus karena korban Covid-19 terus bertambah di Aceh,” ujarnya.

Selain itu, SAG berharap pasien Covid-19 yang sembuh hendaknya mau menjadi relawan pencerahan bagi keluarga dan masyarakat tentang virus corona. Sehingga semua sadar, tindakan pencegahan tetap lebih baik daripada sakit dan dirawat di ruangan isolasi rumah sakit, jelas SAG. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *