News - 5 April, 2020

BKSDA Temukan Bangkai Anak Gajah Sumatera di Kawasan Hutan Produksi Aceh Timur

LayarBerita, Aceh Timur – Elephant Patroli Team – Forum  Konservasi  Leuser  (EPT – FKL) menerima laporan dari masyarakat, adanya bangkai seekor gajah yang telah membusuk.  Laporan yang diterima EPT-FKL, Jum’at 3 April 2020, langsung diteruskan ke tim CRU Serbajadi, pada Sabtu 4 April 2020.

Informasinya, masyarakat melaporkan bangkai gajah di Dusun Kerung Baung, Desa Peunaroen Lama  Kecamatan Peunaroen Kabupaten  Aceh Timur sekitar  kawasan  hutan produksi. Mendapat laporan ini, tim CRU Serbajadi dan EPT-FKL bersama dengan Polsek Peunaron, Koramil, serta masyarakat  sekitar menuju lokasi kejadian untuk dapat dilakukan olah TKP.

Menurut Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto, S.Hut, dari hasil pengecekan lapangan oleh tim CRU Serbajadi, diketahui bahwa  gajah mati tersebut di kawasan Hutan Produksi. Kondisi bangkai gajah telah membusuk dengan perkiraan umur sekitar 1,5 tahun, berjenis kelamin betina.  Anak  gajah tersebut  diperkirakan telah  mati sekitar satu bulan yang  lalu.

Lanjutnya, di sekitar penemuan bangkai anak gajah tidak ditemukan adanya benda-benda yang mencurigakan atau yang menyebabkan kematian.  Selanjutnya, BKSDA Aceh akan terus berkoordinasi dengan pihak Polsek Peunaron terkait proses penanganan kematian anak gajah tersebut.

BKSDA Aceh mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk  bersama-sama menjaga kelestarian alam, khususnya satwa liar gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa. Serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan  satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati serta tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian satwa liar yang  dilindungi.

Beberapa aktivitas tersebut membuat tingginya konflik satwa liar khususnya Gajah Sumatera dengan manusia dan dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi. Hingga korban jiwa baik bagi manusia ataupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *