Aceh Utara - 3 April, 2020

Dana Rp8,7 Penanganan Covid-19, Bupati : Penggunaannya Tidak Boleh Serampangan

LayarBerita, Aceh Utara –  Sejauh ini, dana sejumlah Rp8,7 miliar yang diperuntukkan bagi penanganan wabah Covid-19 di Aceh Utara belum digunakan sedikit pun.  Pasalnya dana yang dialihkan dari dana perjalanan dinas pejabat dan dewan ini, masih dilakukan pembahasan lebih lanjut.

“Dana yang dialihkan dari biaya perjalanan dinas pejabat Aceh Utara sebesar Rp.8,7 miliar belum sepeser pun kita gunakan. Sebab terlebih dahulu harus dibahas dengan Dewan secara detil, untuk apa saja anggaran digunakan nantinya,”ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Utara Andree Prayuda, Jumat (3/4/2020).

Sambung Andree, pemanfaatan anggaran Rp.8,7 miliar untuk penanganan wabah corona Covid-19 oleh Tim Gugus Tugas Aceh Utara hingga saat ini belum terealisasi karena belum dilakukaan pembahasan lebih lanjut dengan pihak DPRK. Jika nanti sudah terealisasi, maka penggunaanya pun berada di bawah pengawasan langsung oleh APIP (Aparat Pengawasan Internal Pemerintah), mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya.

“Jadi, tidak ada yang bisa memanfaatkan anggaran darurat tersebut secara serampangan, tanpa pengawasan. Karenanya, jika ada yang meragukan dan ingin mendapat informasi yang valid hendaknya berhubungan langsung dengan Tim Gugus,” terang Andree yang juga Kabag Humas dan Informasi Kabupaten Aceh Utara.

Sementara itu, pengadaan barang-barang untuk penanganan Covid-19 yang telah dilaksanakan selama ini, digunakan anggaran pada Dinas Kesehatan sebesar Rp.2 miliar. “Sejumlah kebutuhan yang telah kita terima, itu dipesan lebih awal dengan anggaran yang ada pada Dinas Kesehatan Aceh Utara,” ucap Andree.

Kondisinya saat ini jumlah Alat Pelindung Diri dan kebutuhan lainnya tersebut masih kurang. Sehingga perlu pengadaan tambahan APD dan obat-obatan. “APD tambahan itu sudah kita pesan, akan tetapi sampai sekarang belum sampai ke kita, dikarenakan terkendala dengan pengiriman,” ungkapnya.

Adapun barang kebutuhan kegiatan pencegahan dan pengendalian wabah Covid-19 yang sudah diterima Tim Gugus pada Dinas Kesehatan Aceh Utara adalah alat pelindung diri (APD) sebanyak 100 set, alat penyemprotan 40 set, APD penyemprotan 50 pasang, desinfektan berupa 320 Bayclin, 12 liter Rodalon, 4 kilogram Vikron S, dan thermometer scanner 2 buah.

Sementara barang-barang yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh berupa masker N-95 sebanyak 3 kotak, masker medis 60 kotak, baju pelindung 50 buah.

“JIka ada hal yang ingin ditanyakan bisa langsung ditanyakan ke Tim Gugus, kami siap berkoordinasi dengan baik,” pungkas Andree. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *