LayarBerita, Bener Meriah – Tim Jamkesnews BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe berkesempatan mengunjungi Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bener Meriah, Muhammad Junaidi AR. M. Si, di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2020).

Saat menyambut kedatangan tim Jamkesnews, pria yang akrab disapa Junaidi itu langsung tersenyum sumringah.

Ternyata, ia telah lama menanti-nanti datangnya kesempatan tersebut untuk bercerita langsung pengalaman menakjubkannya menggunakan jaminan kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (Program JKN-KIS).

Memulai cerita, Junaidi mengatakan bahwa pada tahun 2014 lalu, putrinya di diagnosa menderita ventrikal septal defect atau kondisi jantung abnormal bagian bilik bawah dan dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta untuk mendapat pengobatan. Dan sebagai seorang PNS sekaligus terdaftar sebagai salah satu peserta JKN-KIS, Junaidi mengatakan bahwa ia dan keluarganya merasa puas karena telah dilayani dengan sangat baik.

“Di rumah sakit, kami dilayani dengan luar biasa, tak pernah terpikirkan bahwa dengan JKN-KIS yang hanya golongan III, kami bisa mendapat pelayanan kelas I yang luar biasa, saya nggak sanggup membayangkan betapa bersarnya kita memperoleh pelayanan dengan BPJS,” ucap Junaidi.

Singkat cerita, ditengah menunggu jadwal terapi dan kontrol medis di rumah sakit rujukan, suatu malam putrinya terpaksa harus dilarikan ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang dekat dengan tempat tinggal mereka karena tiba-tiba jatuh pingsan.

“Tengah malam itu segera masuk IGD, dan karena bukan di RS Harapan Kita, saya disarankan oleh pihak RSCM untuk melakukan pengurusan ke kantor BPJS pusat, Alhamdulillah sekali lagi saya dilayani dengan luar biasa, cepat tanpa ada kendala apa pun,” lanjutnya.

Rasa syukur pun tak henti-hentinya diucapkan Junaidi karena keberadaan Program JKN-KIS yang telah membantu biaya pengobatan putrinya.

“Dari situ saya kerja nggak main-main sampai sekarang, karena kalau untuk anak saya ini menggunakan uang pribadi, nggak sanggup saya, mungkin seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh seluruh keluarga kami semua nggak sanggup untuk pengobatan koreksi total jantung anak saya,” jelasnya.

Hingga di bulan Desember 2014, putri Junaidi menjalani operasi koreksi total yang keseluruhan biayanya menjadi tanggungan Program JKN-KIS. “Untuk seluruh biayanya semua ditanggung, kami tidak disuruh apa-apa, cuma disuruh berdoa untuk mendukung kesembuhan anak kami,” kenang Junaidi.

Setelah pengalaman manis itu Junaidi pun kerap menyarankan orang-orang disekitarnya agar selalu membekali diri dan keluarga dengan JKN-KIS.

“Setiap apel saya cerita ke teman-teman saya, jangan main-main dengan apa yang sudah ditetapkan pemerintah, sudah diberikan aksesnya, kalau sakit kita tinggal berobat saja, tidak ada salahnya kita mengikuti ketentuan, karena bisa saja hari ini saya yang dibantu, esok lusa siapa yang tau saudara-saudara kita,” ucapnya.

Diakhir perbincangan, Junaidi berharap agar cerita pengalamannya dalam mendapatkan manfaat langsung pelayanan dengan JKN-KIS menjadi inspirasi bagi banyak pihak, terutama para bagi aparatur sipil negara.

“Terkait JKN-KIS ini kita harus apresiasi, sebisa mungkin kita sikapi, karena banyak orang yang membutuhkan pelayanan yang mungkin biayanya tak sanggup dipikul sendiri,” tutup Junaidi. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *