LayarBerita, Aceh Utara – Keresahan masyarakat terhadap status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) almarhum EY, warga Gampong Pulo Bang Trieng Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara, akhirnya terjawab sudah. Berdasarkan hasil pemeriksaan swap dari Balitbangkes Jakarta, menunjukkan bahwa almarhum EY bukan terpapar Covid-19, alias negatif.

Informasi hasil pemeriksaan tersebut telah diterima oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Utara pada Rabu  (1/4/2020).

“Hasil pemeriksaan negatif, ini sesuai dengan keyakinan Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib yang diberitakan sebelumnya. Bahwa yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena terpapar virus corona, tapi karena sakit infeksi empedu.  Saat ini hasilnya sudah kita terima,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengananan Covid-19 Aceh Utara Andree Prayuda.

Sambung Andree, menindaklanjuti hasil tersebut, pihaknya telah menyampaikan kepada Muspika Syamtalira Bayu dan seluruh Tim Gugus Tugas bahwa status isolasi terhadap Gampong Pulo Blang telah dicabut.

“Hasil ini membuat suasana sedikit sejuk bagi Kita, terutama masyarakat Gampong Pulo Blang dan Kecamatan Syamtalira Bayu serta Aceh Utara pada umumnya,” ucap Andree.

Sebelumnya, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib pada Jumat, 27 Maret 2020, menjelaskan bahwa EY yang saat itu berstatus PDP Covid-19 Aceh meninggal karena menderita infeksi empedu.

Hal itu disampaikan kepada publik untuk mengantisipasi kecemasan masyarakat karena status almarhum sebagai PDP. Sementara jenazahnya telah dibuka dan dimandikan oleh pihak keluarga, yang tentunya dikhawatirkan dapat menularkan virus Covid-19.

Namun setelah mendapatkan hasil pemeriksaan lab Balitbangkes, tentunya hal ini dapat menghilangkan kecemasan bagi masyaraat sekitar.  Meski demikian, Bupati Aceh Utara sangat mengharapkan agar warga tetap menjaga kebersihan serta menjaga jarak (pyshical distancing), tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak (berkumpul) serta membatasi diri keluar rumah jika tidak ada hal yang mendesak.

Sementara itu Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan kalau dirinya belum menerima hasil tes tersebut. ” Saya tidak bisa mengatakan apapun, karena belum ada hasil kami terima,” ujarnya. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *